Kegiatan Masa Bimbingan Rock ClimbingCalon Angkatan 35 Mahusa Unila

Pada hari Jumat, 16 Maret 2018 kami melakukan pelepasan pada pukul 13.30WIB oleh Bapak Maroni selaku Wakil Dekan Bidan Kemahasiswaan dan Alumni. Setelah itu kami makan bersama-sama dengan seluruh anggota MAHUSA dan kami melakukan persiapan lalu berangkat menuju Margodadi dan dalam perjalanan kami melihat perbuatan yang mengakibatkan pencemaran air laut dan dapat dipidana, apalagi jika mengakibatkan kematian seseorang. Terhadap kerugian yang ditimbulkan dari pencemaran tersebut, wajib membayar kerugian dan melakukan ketentuan pidana. Sesuai pasal 104 UU PPLH setiap orang yang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam pasal 60, dipidana dengan “pidana penjara paling lama 3(tiga) tahun dan denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah) hal ini sesuai dengan UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP.
tiba disana 16.00WIB setelah itu kami membuat kemah dan makan sore lalu dilanjut materi lapangan 1, yaitu mengulas kembali berbagai alat panjat tebing yang dipakai diantaramya: carabiner snap dan screw, tali Kernmantle statis dan dinamis, tali webbing , helm, sepatu panjat, chalk bag. Dan juga kami mengulas berbagai simpul diantaranya: simpul nelayan, simpul pangkal ujung tali dan tengah tali, simpul delapan ujung dan tengah tali, simpul delapan double, simpul pita, dan juga diadakan kuis mengenai materi yang disampaikan instruktur. Setelah itu kamipun menuju kemah kami untuk istirahat tidur
Pada hari Sabtu, 17 Maret 2018 kami bangun tidur pukul 05.00WIB lalu dilanjutkan dengan memasak dan makan pagi. Setelah makan kami berkumpul ke pos pada pukul 06.00 untuk persiapan mandi, selanjutnya kami menuju sungai untuk mandi sampai pukul 06.20. setelah itu kami melakukan pemanasan untuk materi lapangan 2. Lalu kami menjalani materi lapangan ke 2 pukul 06.20. materi yg dijalani adalah teknik pemanjatan top roof. Top roof adalah teknik pemanjatan dengan cara memanjat sampai ke top yg sudah dipasangkan pengaman. Alat alat yang digunakan yaitu, carnmantle, kotel, helm, sepatu, harnes, chalkbag, carabiner, runner. Lalu kami memanjat satu persatu sampai ke top. Setelah itu kami melanjutkan materi lapangan ke 3 yaitu teknik pemanjatan leading. Leading adalah teknik pemanjatan dengan cara memasang pengaman dengan cara perintisan. Kami satu persatu mulai memanjat dengan membawa alat-alat pengaman yang diperlukan. Lalu kami pasang pengaman tersebut ke runner yang telah disiapkan sebelumnya. Pemanjatan dilakukan secara bergantian satu persatu hingga mancapai puncak (top). Sesampainya di puncak kami menyempatkan diri untuk berfoto guna keperluan dokumentasi masa bimbingan kami.
Keesokan harinya pada hari minggu kami bangun pukul 04.00WIB dilanjutkan dengan memasak lalu makan pagi sampai pukul 04.45WIB, lalu kami menuju pos untuk persiapan untuk mandi. Setelah mandi kami melakukan pemanasan dan persiapan lalu pada pukul 07.00WIB kami melakukan praktek lapangan 4 yaitu artifisial climbing yaitu memanjat dengan menggunakan alat artifisial yaitu python, hexentric makro dan mikro, stopper, friend, sky hook, kotel, hand drill, hammer. Setelah praktek lapangan kami melakukan evaluasi dengan bang azam lalu dilanjut dengan packing tenda dan perlengkapan kami setelah itu kami diarahkan untuk makan besar bersama abang dan mbak anggota biasa dan anggota luar biasa lalu setelah makan kami bersih-bersih dan operasi semut lalu pulang menuju sekret mahusa dan tiba pukul 18.00WIB.